30
Jun
10

Minum Teh Mencegah Beragam Penyakit

Minum teh 4 sampai 5 gelas sehari sangat dianjurkan demi kesehatan tubuh manusia. Bayangkan, berbagai macam penyakit, seperti kanker, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi, bisa ditangkal dengan meminum teh.

Pada dasarnya, ada tiga macam teh, yakni teh hijau, teh hitam, dan teh oolong. Teh oolong merupakan jenis peralihan antara teh hitam dan teh hijau.

Teh hitam mengandung komponen volatile sebanyak 404 macam, sedangkan teh hijau 230 macam. Komponen volatile tersebut berperan memberikan cita rasa yang khas pada teh.
Juga teh banyak terdapat komponen aktif yaitu:
Komponen itu, baik yang volatile maupun nonvolatile, adalah polyphenols (10-25%), methylxanthines, asam amino, peptida,komponen organik lain, tannic acids (9-20%), vitamin C (150 – 250 mg%), vitamin E (25-70 mg%), vitamin K (300 – 500 IU/g), B-carotene (13-20%), kalium (1795 mg%), magnesium (192 mg%), mangan (300-600 ug/ml), flour (0,1-4,2 mg/L), zinc (5,4 mg%), selenium 1,0-1,8 ppm%), copper (0,01 mg%), iron (33mg%), calcium (7 mg%), dan caffein (45-50 mg%).

Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polyphenols, termasuk di dalamnya flavonoid. Flavonoid ini merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alamiah ada pada sayur-sayuran, buah-buahan dan minuman seperti teh dan anggur.

Subkelas dari polythenols meliputi flavones, flavonols, flavanones, catechins, antocyanidin dan isoflavones. Turunan flavonols, quercetin dan turunan catechins, epica-techin (EC), epigallo-catechins (EGC), epigallo-catechin gallate (EGCg) umumnya ditemukan di dalam teh.

EGCg dan quercetin merupakan antioksidan kuat 100 kali lebih tinggi daripada vitamin C dan 25 kali vitamin E yang juga merupakan antioksidan potensial.

Dari “International Symposium on Health and Tea (1998)”, dinyatakan komposisi polythenol teh hijau (mg%) ialah catechin 210, flavonoles 14, thearubigins 0, undefines 266 dan kafein 45. Pada teh hitam (mg%), catechin 63, flavonoles 21, thearubigins 273, dan kafein 50.

Pada teh hijau, catechins merupakan komponen utama. Sedangkan pada teh hitam dan teh oolong, catechins diubah menjadi theaflavin dan thearubigins.

Menurunkan Risiko Kanker

Dari berbagai studi dinyatakan, mengonsumsi teh berakibat menurunnya risiko penyakit kanker. Senyawa polyphenol dalam teh mampu memberikan perlindungan terhadap zat karsinogenik. EGCg dalam teh hijau merupakan senyawa aktif yang berperan mencegah terjadinya kanker. Di Jepang dilaporkan, catechin dapat membunuh Helicobacter pylori yaitu bakteri pemicu kanker lambung.

Alasan yang dikemukakan dalam berbagai studi tersebut ialah senyawa antioksidan dalam teh mencegah terjadinya kerusakan DNA oleh radikal bebas. Polyphenol mencegah terjadinya pertumbuhan sel yang tidak terkendali sehingga mampu memperlambat perkembangan kanker. Polyphenol tertentu mungkin menghancurkan sel-sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat sekitarnya.

Dalam studi lainnya dinyatakan, teh berkhasiat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar kolesterol darah dan tekanan darah. Mekanisme pencegahan melalui teh terhadap penyakit kardiovaskular terdapat pada kemampuan teh untuk menghambat penyerapan kolesterol dan menghambat penggumpalan sel-sel platelet sehingga mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

Polyphenol teh (catechin dan theaflavin) juga merupakan antioksidan kuat yang mampu melindungi oksidasi LDL-kolesterol oleh radikal bebas. Teroksidasinya kolesterol tersebut diduga berpe-ran aktif dalam proses antherogenesis, yaitu proses awal pembentukan plaque pada dinding arteri.

Ada lagi studi terbaru yang menyebutkan teh menurunkan berat badan. Teh hijau diketahui mempunyai potensi sebagai thermogenesis sehingga mampu meningkatkan pembakaran kalori dan lemak yang berakibat terhadap penurunan berat badan. Hasil studi menjanjikan potensi penggunaan ekstrak teh hijau dalam program penurunan badan, di samping melakukan pembatasan konsumsi kalori (diet).

Studi baru di Inggris menyebutkan, kebiasaan minum teh secara teratur dapat mempertahankan keutuhan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis atau keropos tulang. Khususnya untuk wanita pascamenopause.

Ternyata wanita yang mengonsumsi teh memiliki ukuran kerapatan mineral tulang (Bone Mineral Density/BMD) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum teh secara bermakna. Senyawa aktif yang terkandung di dalam teh berperan menyerupai hormon esterogen lemah yang membantu melindungi tulang terhadap proses kerapuhan (osteoporosis).

Sumber Mineral

Teh juga menyimpan potensi sebagai sumber mineral tubuh yang penting dalam berbagai proses metabolisme. Sumber mineral muncul baik berupa makro maupun trace mineral. Keduanya sangat diperlukan sebagai nutrisi bagi tubuh.

Magnesium dalam teh terlibat 300 macam enzim dalam metabolisme tubuh di samping sebagai pengatur elektrolit tubuh, hormon eceptor, metabolisme vitamin D, dan pembentukan tulang. Teh juga sebagai sumber magnesium bagi tubuh.

Kalium dalam teh akan menjaga keseimbangan elektrolit tubuh berperan pula dalam metabolisme energi, transportasi membran, dan mempertahankan permeabilitas sel. Kalium berfungsi dalam menyampaikan pesan syarat otot (neuromuscular).

Kandungan flour berfungsi mempertahankan dan menguatkan gigi agar terhindari dari karies. Teh membantu mencegah pembentukan plak gigi dan membunuh bakteri mulut penyebab pembengkakan gusi. Kandungan natrium juga berperan erat dalam mengatur keseimbangan elektrolit. Fungsi ini juga ada pada kalium. Ada pula unsur kalsium dalam teh yang berguna untuk pembentukan dan memperbaiki tulang.

Kandungan seng pada teh berfungsi untuk metabolisme tubuh dan berperan erat dalam pertumbuhan dan perkembangan, sintesis vitamin A, sistem kekebalan tubuh, dan pembentukan enzim pemusnah radikal bebas. Kandungan mangan merupakan ko-enzim berbagai metallo enzim (MnSOD) aktivator.

MnSOD enzim penting untuk menghancurkan radikal bebas. Kandungan Cu berperan dalam metabolisme tubuh dan salah satu fungsinya adalah pemusnah radikal bebas. Karena perannya sebagai enzim antioksidan maka kandungan Cu berpotensi menurunkan peluang terkena penyakit degeneratif.

Menurut saya , mengingat fungsi teh yang begitu tinggi untuk kesehatan manusia maka banyak para pihak terus melakukan penelitian agar kandungan catechin pada teh cukup tinggi.

Dalam 1 kg teh maka terdapat 10 persen kandungan catechin. Sedangkan dalam pucuk daun teh muda terdapat 23 persen catechin. Catechin dalam teh sangat berguna bagi kesehatan manusia. Saat ini harga 1 kg teh yang memiliki kandungan catechin tinggi bisa mencapai Rp 7 juta/kg


0 Responses to “Minum Teh Mencegah Beragam Penyakit”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Calender

June 2010
M T W T F S S
    Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Categories

Archives

Referral

Add to Google Reader or Homepage

CO.CC:Free Domain

readbud - get paid to read and rate articles

Page Rank


%d bloggers like this: