26
Jun
10

MENGHADAPI keluarga SUKA berhutang

Setiap mahligai rumah tangga menginkan kedamaian dan ketentraman. Namun tetap saja percekcokan sulit dihindari. Ada saja hal kecil yang bisa menjadi penyulut pertengkaran. Salah satu masalah yang menjadi primadona konflik antar suami dan istri adalah manajemen keuangan yang amburadul.
Tidak mengherankan bila masalah finansial menjadi biang keladi retak nya hubungan rumah tangga. Gaya hudup konsumtif serba glamor saat ini seolah sudah kedadlasan. Mal – mal besar nan mewah bertebaran secara tidak langsung ikut “ Mendongkrak” nafsu belanja. Masalah hutang merupakan sumber konflik sekaligus sumber bencana. Saat terlilit hutang,akan timbul fitnah,perpecahan dalam keluarga,perceraian,hingga pertumpahan darah,bisa terjadi. Tidak hanya itu hutang juga bisa menjadi penghalang seseorang masuk surga ketika mati.
Seperti yang telah diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr Al-Ash bahwa Rasulullah saw. Bersabda ,”Seseorang yang mati syahid akan diampuni dosanya kecuali hutang (HR. An-Nasa’i). Dari sumber lain, Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw.bersabda,”Jiwa seorang mukmin tergantung dari hutang yang dipikul,”.

 Mental Konsumtif

Gaya hidup materialitis sering diidentikkan dengan kau hawa. Para istri biasanya mudah terpancing promosi produk baru,hanya dengan iming-iming diskon atau hadiah yang tidak seberapa besar. Walau uang bulanan pas-pasan untuk membayar kridit dan berbagai iuran bulanan shopping,tetap’dipaksakan’menjadi prioritas utama. Berhutang pun rela dilakukan. Nah, bagaimana jika keluarga anda termasuk golongan ini????

 Mengatur Manajemen Keuangan Keluarga

Sebesar apa pun pendapatan Anda bukan menjadi tolak ukur bahwa Anda sudah lolos dari hutang yang siap menjerat. Semua tergantung dari bagaimana Anda mengelola anggaran rumtangga yang disesuaikan dengan penghasilan. Sebab percuma saja, sekalipun gaji Anda dan pasangan disatukan, bila pengeluaran Anda tidak diatur dengan baik,hasilnya akan minus.
Untuk mengurangi hobi berhutang,tentu saja tidak hanya sekedar menuntut,tapi mengubah gaya hidup,tanpa diimbangi dengan percekcokkan.sesekali Anda bisa mengambil tindakkan tegas asal sebelumnya sudah mengomunikasikan. Contoh bila Anda sudah cukup memberi peringatan sebelumnya untuk berhemat,namun dia tidak mau menggubris,bisa saja uang hariannya dikurangai,atau Anda simpan untuk ditabung. Meski hal ini sulit diterapkan,namun tak ada salahnya Anda coba.
Salah satu penyebab bengkaknya biaya pengeluaran Anda bisa jadi dikarenakan banyak hal,diantaranya adalah pendapatan yang kurang,boros, atau berbelanja tidak sesuai dengan skala prioritas. Bila penyebab bobolnya dana Anda selama ini salah satunya disebabkan oleh hal diatas,mungkin ini saat yang tepat mengajaknya diskusi dan mencoba menata kembali dengan mencari penyebab kebocoran tersebut. Bila penyebabnya sudah Anda temukan, Anda tinggal beraksi dan menentukan sikap selanjutnya.

 Dahulukan Menabung
Selanjutnya Anda bisa mencoba menerapkan rumus ini. Biasakan setelah menerima pendapatan,langsung sisikan untuk pos-pos anggaran rutin tiap bulan,tabungan,dan pos untuk keperluan mendadak. Sisanya barulah bisa digunakan untuk berbelanja. Jangan sampai terbalik,menabung diambil dari sisa pendapatan setelah dikurangi anggaran rutin dan belanja. Bila pasangan Anda hobi berhutang,bisa menerapkan rumus anggaran rumah tangga yang kedua.
Cobalah terus menjaga komunikasi dengan pasangan Anda. Usahakan menegurnya tanpa menguruinya.Karena pada hakikatnya,pasangan Anda sudah cukup dengan waspada untuk bisa mencerna maksut Anda. Jangan berharap ia akan cepat berubah sesuai keinginan Anda.
Manusia,tentu saja membutuhkan proses untuk menjadi lebih baik. Tidak bisa secara instan. Salah satu kebahagiaan dalam rumah tangga yang Anda bina adalah lepas dari belenggu hutang. Namun tentu saja,untuk bisa keluar dari cengkraman ini membutuhkan ilmu manajemen rumah tangga yang baik,juga kolaborasi yang baik antara Anda dan pendamping hidup anda. Ini sangat penting karena masa depan Anda dan anak-anak tergantung kemampuan Anda mengolah permasalahan keluarga.


0 Responses to “MENGHADAPI keluarga SUKA berhutang”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Calender

June 2010
M T W T F S S
    Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Categories

Archives

Referral

Add to Google Reader or Homepage

CO.CC:Free Domain

readbud - get paid to read and rate articles

Page Rank


%d bloggers like this: